• 4

    Nov

    Fakta dan Solusi dari Haji Badri

    Kabuapten Tangerang, dengan APBD mencapai Rp 3 Triliun, mestinya mampu membereskan problem-problem mendasar. Mampu memperbaiki kualitas pendidikan. Membangun jalanan dan infrastruktur yang layak. Menyediakan fasilitas kesehatan publik. Serta menggerakkan sektor perekonomian kerakyatan. Tapi faktanya? Masih banyak gedung sekolah reyot. Bermunculan kasus gizi buruk. Layanan kesehatan menyedihkan. Angka kemiskinan dan pengangguran tinggi. Lalu apa solusi dari Haji Ahmad Subadri, Calon Bupati Kabupaten Tangearang? Berikut display singkat, Fakta dan Solusi dari Haji Ahmad Subadri. FAKTA PERTAMA: Masih banyak kasus gizi buruk di Kabupaten Tangerang. Begitu juga dengan fasilitas layanan kesehatan publik yang masih kurang. Plus sulitnya akses untuk penggunaan alat transportasi khusus orang sakit
  • 22

    Mar

    Penghancur Aturan Main Pilkada

    Faisal Basri, ekonom dari INDEF dan mantan Sekjen DPP Partai Amanat Nasional, menyatakan bahwa proses Pilkada saat ini dikuasai para bandar. Tangan para bandar itulah kemudian proses Pilkada diatur. Siapa yang paling banyak menggaet bandar, maka dialah yang akan menang. Lantaran semua proses pertarungan politik Pilkada butuh kucuran uang segar para bandar! Di sini, terang sudah. Bahwa logika kekuasaan uang menjadi determinan (variabel penentu). Menghabisi total semua aspek mendasar yang mestinya hadir dalam kancah politik, yakni nilai moral, rasionalitas, dan kemaslahatan bersama. Lantas, apa yang tersisa dari Pilkada berbasis Bandar ini? Rona Pilkada berbasis Bandar selalu bernuansa berikut: penghamburan uang yang tak jelas asal-usulnya; penghancuran jati diri publik yang ingin melihat
  • 21

    Mar

    Mengapa Haji Badri Perlu Bertarung?

    Power tend to corrupt, and absolut power absolutely corrupt… (Kekuasaan cenderung korup. Dan kekuasaan absolut sudah pasti korup) Pernyataan dari Lord Acton Dalil ini nyaris klise. Seperti tanak nasi kemarin sore, sudah basi. Sudah begitu jengah kita dengan peragaan kuasa yang rakus. Mengeruk uang dan rezeki banyak orang. Fakta-fakta tentang itu nyaris telanjang dalam momen politik bernama Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Tanpa malu-malu para penguasa menghamburkan uang APBD untuk membiaya program-program sosialisasi, kampanye dan pemenangan. Secara licik, mereka memanfaatkan program-program kerja pemerintah untuk mendompleng kemenangan mereka dalam Pilkada. Lalu, pelan tapi pasti, kekuasaan itu bergulir dari Bapak ke Anak, dari Suami ke Isteri. Tetapi satu hal yang sangat meny
  • 21

    Mar

    Mengenal Program Pemberdayaan Ekonomi dari Haji Badri

    Tiga bulan sudah, Haji Ahmad Subadri menjalankan program EMAS (Program Pembedayaan Ekonomi Masyarakat Sentosa), di Kabupaten Tangerang. Pilar gagasan program ini adalah: menggerakkan potensi ekonomi produktif masyarakat menengah bawah, dengan ciri aktif, sosial, dan berbasis produk yang dibutuhkan publik. Rancang bangun program adalah dengan menawarkan jual beli produk inti, yaitu berupa Minyak Goreng dan Sabun Cuci. Dua komoditas ini benar-benar ril, dibutuhkan, dan tentu saja laku. Mekanisme jual beli adalah dengan melalui rekrutmen keanggotaan aktif, di bawah koordinasi para agen (atau disebut Korlap). Para agen yang bertanggungjawab menjaring keikutsertaan para anggota. Nanti, anggota itulah yang sekaligus menjadi konsumen. Setelah berjalan, anggota berhak mendapatkan kelebihan dan ke
  • 21

    Mar

    Tak Henti Mengukir Prestasi

    Haji Ahmad Subadri kian getol menggelar program pro rakyat. Setelah beberapa kali menghelat Program Kesehatan Perempuan (PKP) dan Pengobatan Gratis (PG) di berbagai tempat di Kabupaten Tangerang, maka kini fokus kerja makin ditingkatkan. Alat Deteksi Kanker Serviks bernama Kolposkopi Berdasarkann evaluasi, bahwa ternyata PKP dan PG berdampak langsung terhadap kalangan masyarakat (terutama menengah ke bawah). Secara singkat, PKP adalah program yang fokus pada segmen kaum perempuan. Dilakukan dengan metode pemeriksaan kesehatan gratis, penyuluhan, dan deteksi dini gangguan ...
  • 20

    Mar

    Berita Buku: Otonomi Desa dan Misi Haji Badri

    Sumber: Tigaraksa News.com, 1 Maret 2012 Cover Buku Haji Badri Tulisan yang tertuang dalam buku kecil ini merupakan akumulasi gagasan penulis sebagai orang desa yang sedih melihat kondisi desa dan Kabupaten Tangerang yang kian memprihatinkan. Bagaimana tidak, daerah yang berbatasan langsung dengan ibukota negara dan sebagai daerah kaya, namun pembangunan yang terjadi hingga kini masih amburadul, sarat KKN, timpang dan tidak berkeadilan. Di satu sisi, sebagian wilayah Kabupaten Tangerang menunjukkan kemajuan pesat, sebagian wilayah lain masih sangat tertinggal. Tingkat kesejahteraan...
- Next

Author

Follow Me